Perang global, baik itu berskala besar maupun konflik yang lebih terlokalisasi, memiliki dampak jauh yang merentang ke berbagai aspek ekonomi dunia. Pertama-tama, konflik berskala besar sering menyebabkan gangguan signifikan dalam rantai pasokan global. Ketika negara-negara terlibat dalam peperangan, produksi barang dan jasa bisa terhenti, menyebabkan kekurangan di pasar internasional. Misalnya, selama Perang Dunia II, banyak negara mengalami pembatasan dalam pasokan makanan dan bahan baku, memicu inflasi dan kelangkaan.
Selain itu, perang mengakibatkan peningkatan pengeluaran pemerintah untuk anggaran militer, sehingga mengalihkan dana dari sektor penting lainnya seperti pendidikan dan kesehatan. Dalam jangka panjang, pemborosan anggaran bisa memperlemah daya beli masyarakat. Penelitian menunjukkan bahwa negara-negara yang terlibat dalam konflik secara berkepanjangan sering mengalami pertumbuhan ekonomi yang stagnan, dengan anak muda kehilangan kesempatan kerja, yang berdampak negatif pada perkembangan generasi masa depan.
Dampak perang juga meluas pada sektor perdagangan internasional. Lars P. Feld dan Klaus F. Zimmermann dalam studi mereka menunjukkan bahwa ketidakpastian dari konflik militer dapat mempengaruhi keputusan investasi asing. Negara-negara yang stabil dan damai menjadi tujuan utama investor, sementara negara-negara yang terlibat dalam konflik seringkali dihindari, memicu penurunan investasi asing langsung (FDI).
Pasar global juga merespons terhadap harga komoditas yang tidak stabil akibat perang. Konflik di negara penghasil minyak, misalnya, mengakibatkan lonjakan harga minyak mentah, mempengaruhi biaya transportasi dan produksi di seluruh dunia. Lonjakan harga ini sering kali menyebar ke berbagai sektor, menaikkan biaya hidup dan menghambat pertumbuhan ekonomi global.
Dari sisi sosial, perang dapat menghasilkan krisis pengungsi yang besar, memaksa jutaan orang berpindah tempat tinggal. Dalam banyak kasus, hal ini membebani ekonomi negara tuan rumah yang harus menampung para pengungsi, meningkatkan permintaan terhadap pelayanan publik dan infrastruktur yang sudah terbatas.
Teknologi juga menjadi salah satu bidang yang terpengaruh. Perang mendorong inovasi dalam teknologi militer, tetapi juga menghasilkan kemampuan yang bisa diterapkan secara sipil. Contohnya, banyak teknologi yang awalnya dikembangkan untuk keperluan militer, seperti internet, sekarang menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di sektor teknologi informasi dan komunikasi.
Perang global, dengan segala kompleksitasnya, menantang stabilitas ekonomi dunia dan memperlihatkan bahwa dampaknya jauh lebih luas daripada hanya sekedar kerugian material atau manusia. Konflik yang berlanjut memperburuk ketimpangan ekonomi, menghasilkan volatilitas di pasar keuangan, dan memperdalam ketidakpastian dalam hubungan internasional. Akhirnya, dalam dunia yang semakin terhubung, dampak dari setiap konflik menjadi lebih terasa, menuntut perhatian internasional untuk menemukan solusi damai dan berkelanjutan.